jump to navigation

Bangkitlah kembali Baliku Oktober 30, 2007

Posted by Voip Murah in Pendapat.
Tags: , , , , ,
trackback

Hati saya “tersentil” pada waktu saya melihat salah satu komentar di tulisan saya “Tentang saya” hari ini..

41. meg – Oktober 3, 2007

lagaknya prihatin tentang kemiskinan tapi hobinya abisin duit buat jalan2,hmm.. sebuah persekongkolan aneh!”Saya hanya salah satu orang Indonesia yang berharap ada perubahan di negeri tercinta ini”??

Kemudian saya merespond sebagai berikut..

43. Ikman – Oktober 23, 2007

#41 meg
Saya hanya seseorang yang bekerja keras sepanjang tahun untuk kemaslatan keluarga saya dan masyarakat banyak, dan mengharapkan “setitik” kesenangan dari kerja keras saya. Saya rasa saya tidak merugikan orang lain. Toh saya liburan menghabiskan uang saya sendiri bukan uang negara, Dengan informasi yang saya sajikan di blog ini, akan makin banyak orang indonesia yang datang ke Bali atau tempat wisata lainnya, sehingga mulut-mulut kelaparan di Bali dapat terisi dengan sesuap nasi.
Sebagai informasi sejak bom Bali, Bali sangat terpuruk sampai ke titik terendah 50 tahun terakhir, mengakibatkan sektor pariwisata yang notabene menjadi tulang punggung perekonomian Bali terkoyak sehingga banyak hotel tutup, restoran tutup, kerajinan/industri RT bangkrut dan angka pengangguran meningkat drastis dan makin banyak mulut-mulut tidak terisi makanan. Coba anda renungkan ini, jangan hanya lihat kulitnya saja. )

Photo Balinese

Ketiga photo di atas, saya bertemu langsung dengan orangnya

1. Photo -1 : Penjual Buah di Pantai kuta Juli 2007

Ibu ini menjajakan buah nanas dan yang lainnya ke semua pengujung Pantai Kuta. Ada banyak ibu-ibu lain yang menjual dagangan atau sekedar menawarkan jasa meni-pedi,  kepang rambut dan massage atau membuat tatoo temporer dan banyak lagi orang yang menyandarkan periuk nasi di pantai ini. Coba bayangkan kalau tidak ada turis yang berkunjung ke pantai ini, bagaimana si ibu menafkahi keluarganya, bagaimana anak mereka bisa makan dan bersekolah??. Saya pernah bersantai di Pantai kuta sendirinya, hampir 1/2 jam saya duduk lebih dari 10 orang ibu yang menawarkan jasa massage atau dagangan lain, salah satu orang “agak’ memaksa sembari berkata “tolonglah pak, dari pagi belum ada yang minta pijit, 10 rb aja” saya menggelengkan kepala, “ya uda 5 ribu aja” akhirnya saya mengiyakan. Keadaaan ini berbeda sekali sebelum Bom Bali, si ibu tidak akan “mengemis” begitu karena banyak turis yang datang, namun sekarang…..

Demikian sewaktu saya membeli souvenir di Jalan Legian, harga yang tertera 150 ribu namun setelah tawar-tawar menjadi 25 ribu, katanya tidak apa, sebagai panglaris karena sepagi ini belum satupun pembeli yang datang..

2.  Gadis Penari, Ubud April 2005

Di pendopo kota Ubud dilaksanakan pertunjukan tarian Bali yang dimainkan anak-anak, saya lihat banyak sekali turis yang melihat (western mostly). Semakin banyak turis yang berkunjung ke Ubud maka akan banyak pertunjukan budaya, sehingga akan meningkatkan pendapatan dan tentunya akan juga dirasakan oleh anak-anak.

3. Juru Photo, Tampak Siring Juli 2006

Ketika saya memasuki Pura Tirtal Empul Tampak Siring, saya langsung disambut si Bapak ini, kalau tidak salah namanya wayan, dengan sopan dia menjelaskan tentang air pacuran di pura ini, sejarah, dan cerita tentang Istana Tampak Siring yang dibangun oleh President Soekarno. Sebenarnya pekerjaannya adalah Juru Photo Polaroid, namun bisa juga berperan sebagai guide. Akhirnya saya kasih uang 10 ribu sewaktu saya meninggalkan area pura, dengan wajah yang berbinar-binar bapak ini sembari mengucapkan terima kasih.

Dari photo-photo dan cerita saya ini, jelas sudah demikian tergantung masyarakat Bali dengan sektor parawisata. Ada satu saja kejadian seperti bom maka dampaknya sangat terasa sampai ke ujung-ujung nadi kehidupan masyarakat Bali

Coba kita lihat Bali sebelum Tragedi Bom Bali I & II….

Pulau Bali atau dikenal Island of Gods (Pulau Dewata) sangat terkenal diseluruh dunia melebihi Indonesia sendiri. Some thought Bali is a country not part of Indonesia. Bagi pemuja traveling nama Bali selalu harum dan menjadi salah satu tempat tujuan wisata berdampingan dengan Hawaii dan Venizia. Keindahan alam berpadu dengan keelokan budaya Bali yang senantiasa menarik semua orang untuk datang. Bermulai pada tahun 1970-an Bali mulai sangat terkenal ditunjang juga promosi pemerintah RI yang menjadikan Bali sebagai tempat tujuan wisata ke-1, Lebih-lebih pada tahun 1991 dijadikan tahun Visit Indonesia Year. Pendapatan negara non migas salah satunya dari sektor parawisata.

Rakyat Bali pun tidak luput terkena dampak positifnya, dengan hanya berdagang souvenir bisa mendapatkan untung yang besar. Dan hampir semua sektor ekonomi berkiblat ke sektor parawisata. Hotel-hotel berjamur, dari hotel international sampai dengan hotel melati. Investasi asing pun berdatangan, pada mulanya orang datang sebagai wisatawan kemudian setelah melihat banyak peluang usaha di Bali, maka merekapun ikut menanamkan modal. Fasilias publik pun tertata lengkap, dari airport, jalan raya sampai-sampai pada semua desa di Bali telah dijangkau jaringan telepon pada tahun 1985 an, jauh sebelum booming GSM.

Sekolah pariwisata juga berada di Bali, banyak sekali pendatang dari propinsi lain yang ikut mengadu nasib disini.

Namun wisatawan lokal agak tersingkirkan (if I may say : unwelcome) di Bali, karena semua penjual souvenir, restorant, petugas hotel lebih berorientasi ke Bule. Terkenal ada beberapa pub (nite club) yang hanya dapat dimasuki oleh orang Bule (not local). Penerbangan juga ikut-ikutan “menganaktirikan” wisatawan lokal, seperti yang terjadi dengan Maskapai Garuda yang mendapat kritikan “Serve foreigner, ignore locals”.

Tahun 1990-an ada keluarga saya yang pergi ke Bali, namun kesannya, semua mahal, harga senilai bule, kalau ada orang lokal yang menawar dagangan tidak di gubriskan karena banyak bule lain yang beli tanpa nawar.

Namun kita cukup bahagia dengan segalanya di Bali, Pada Tahun 1997 sewaktu saya di Kanada, dalam satu kelas SD saya bertanya berapa anak yang tahu tentang Indonesia, yang mengangkat tangan kuran dari 10 orang, namun ketika saya sebut Bali, hampir semua anak mengangkat tangan.

Layak sudah tembang Welcome to My Paradise dari Stephen & Coconut tree didendangkan… until………..

Komentar»

1. mayavisnu - Oktober 31, 2007

hai mas ikman..
salam kenal..saya jd pengen ikutan komen..
rasanya komentar “meg” ttg mas ikman ga usah ditanggapin krn itu cuma ungkapan yang ga nyambung, dan ga penting..belum tentu dia bisa bikin tulisan yang bermanfaat.
blog mas ikman informatif dan membuat kita pengen pergi ke Bali.
Mudah2an saya kesampaian ke bali desember ini..amienn..thanks utk infonya yah!
keep on writing!

2. Ikman - November 1, 2007

#1 Mayavisnu
Thx atas supportnya🙂

3. Elisia - November 4, 2007

yep….
sangat terbantu dengan informasinya, waktu saya ke Bali agustus lalu. Sebenarnya saya sendiri tidak terlalu tertarik ke sana (masih mikir budget hehehe). Cuma boss saya yg kebetulan ekspat berulang-ulang menyindir saya karena belum pernah ke bali, sementara dia yang bukan orang indonesia, sudah berulang-ulang kali. Ironis juga, saya “dipaksa” ke bali, karena promosi expat. Bukan sebaliknya.

Tetep posting Mas, infonya sangat berguna.

4. Ikman - November 6, 2007

#3 Elisia
Iya kadang bule lebih tahu ttg Bali ketimbang orang Indonesia sendiri😦

5. febriana - November 8, 2007

Saya setuju dgn kata” mas Ikman bahwa jangan liat dari “kulit”nya saja. Bukannya kita suka ngabisin duit jalan-jalan kesana kemari, tapi ada banyak hal yang kita dapet, selain kita jadi tau betapa indahnya alam Indonesia ini, dan betapa kita bisa berbagi dengan orang lain (maksudnya kita beli oleh2, jajan dsb itu kan artinya rejeki buat mereka, para pelaku wiasat red). Jadi Keep going aja mas ikman, gak usah di gubris komentar dari Meg. Belum tentu dia bisa kasih info yang selengkap dan informatif bgt spt mas Ikman. Thanks buat mas Ikman krn sempet baca blog ini saya dan temen2 gak terlantar pas liburan di Bali..Buat Meg. Sebelum kasih komentar coba tanya sama diri lo sendiri, Apa yang sudah kamu berikan pada Bangsamu ini???

6. Hendrixus Rumapea - November 15, 2007

yang gw tahu ikman ke bali buat kerja. masang kWhmeter di PLN Bali..
pergi pagi pulang malem… pulang2 ke Jkt malah dibilang puas refreshing sama Om Fredo.
Secara gw blm pernah ke Bali, jd gak bs komen ttg Bali, eniwei thanks udah dititipbelikan kaos Joger.

Kyk bozz Ikman makin sibuk aja skrg, sampe jarang ngeblog n trus butuh anakbuah pula buat Technical Support.

Taon dpn kemana lagi Man? kan bakal dpt bonuzz gede🙂
C’est bon pour envoyer?

7. Ikman - November 15, 2007

#6 Ichus
Emang ni chus ane harus cari sekretaris khusus ngejawabin blog ane, sekarang sibuk banget sampai komentar bertumpuk2 gk kejawab.
Makin terkenal aje awak ni chus (he he)
Statistik ane uda 49,593 hits setelah 14 bulan bertarung di dunia perblogan. he he🙂

8. Githa Sari - November 15, 2007

duh mas, balesan komentar buat ‘meg’ manteeeppp banget, dahlah, gak usah diambil pusing. Bener tuh, wong duit-2 sendiri, capek kerja banting tulang sendiri kok ada ya yang usil !! kecuali kalo korup tuh, hajarrrrrrrrr aja !!😀
Pokoknya informatif banget deh nih blog, tingkatin terus yaaa…

9. Ikman - November 15, 2007

#8 Githa Sari
ok de terima kasih atas dukungan Sari, memang kita harus lebih banyak berbuat untuk sesama walau kadang pihak-pihak yang tidak setuju
tapi keep going aja🙂

10. bintang - November 28, 2007

hehehe setuju banget, toh kita (sebagai pekerja) bersenang-senang (baca:refreshing,bukan foya2 ga jelas) dengan hasil jerih payah sendiri (bukan korupsi), dan juga gak ada salahnya sekali-kali (bukan seminggu sekali) kita liburan, refreshing, menyegarkan diri dari kepenatan bekerja..rasain deh kalo kerja..kerja…kerja terus…bisa2 stress loh, jadi kalo sekali2 liburan yah ga dosa…lagipula ada efeknya, buat yang liburan seneng, buat yang disinggahi liburan ada pendapatan…mutualisme lah, perkara bajet yang keluar untuk jalan2 juga kan ga gede2 (liat aja rata2 kita nyarinya yang murah2 kan buat neken bajet liburan), satu lagi..bener banget kalo orang asing (kebanyakan) lebih tau bali daripada orang indonesia sendiri hehehe…bos saya yang expat aja udah sering banget, sy yg orang lokal aja blm pernah satukalipun hahaha….mudah2an taun depan..amin

11. Riena 19 - Desember 5, 2007

Kenapa ya orang koq usil banget !! yang penting kan nggak ngerugiin orang lain, gak make duit negara dan yang pasti bukan hasil korupsi… ya gak mas Ikman ?

nyoook kita sama-sama instropeksi, kebaikan apa yang udah kita perbuat untuk orang lain?
salam.

12. Dennie - Desember 6, 2007

hhmmmm apakah rekreasi sekarang sudah menjadi sebuah proyek buang2 duit sementara biaya dokter dan RS karena stress akibat kurang rekreasi menjadi lumrah?????

rasanya saya lebih pilih “membuang uang” untuk rekreasi daripada “membelanjakan uang” untuk obat dan biaya RS tadi ::))

terusin aja blognya mas Ikman, tiga minggu lalu saya ke Bali and dapet info banyak dari blog ini terutama urusan penginapan murah di poppies lane ::))

13. Fitri - Desember 27, 2007

Hi Pak Iman, masih inget aq kan, biasanya kasi comment di penginapan murah bali. Krn hari ini masuk kerja, padahal ga ada kerjaan banyak, yeah sutra dech browsing2 n baca2 blog nya Pak Iman yang belum sempet aq buka.

E…pas baca blog yang ini, i….jd gemez jg tuch ma commentnya si Meg. Tp reply nya Pak Iman TOP BGT tuch, ampe dia ga berani lagi nongol d blog nya Pak Iman.

Kita uda kerja banting tulang, yeah ada hasil lebih boleh donk, buat kita refreshing. Robot aja perlu istirahat, masa kita manusia harus kerja trus. Da gitu kita pergi liburan juga pake duit sendiri, bukan dari hasil korupsi.

Bisa dilihat tuch dari blog nya Pak Iman, ternyata banyak banget manfaatnya buat kita2 yg blom pernah ke Bali. Bahkan ada yg sebelomnya ga kepikiran pengen ke Bali, tp abis baca blog Pak Iman, mereka jadi interest buat liburan ke Bali. Bahkan kalo aq liat nich, dibandingin blog nya Pak Iman ttg liburan ke Singapore, lebih banyakan yg kasi comment blog ttg Bali dech.

Mang si Meg nya aja tuch yg iri, usil, syirik. Mending dia da bisa kasi sesuatu yg berarti buat negara kita. Intropeksi diri dech.

Pokoknya ttg buat tulisan2 yg menarik, n kalo perlu juga daerah2 wisata di Indonesia yang lainnya yeah Pak Iman🙂

14. Ikman - Desember 27, 2007

#13 Fitri
Ok de, tapi aku gk banyak waktu untuk jalan2, kerjaan menumpuk dan dana menipis he he🙂

15. Mang Djemat - Maret 15, 2008

setuju banget, lanjake bae wing ini, kak.
aku jugo baru dari Bali Februari lalu, duitnyo dari nabung, bukan hasil ngorupsi duit wong lain. Memang iyo nian kak, Bali butuh wong-wong lokal untuk sekedar ngisi “mulut-mulut kelaparan” di bali.

Setuu nian kak, lajukela, terus bae dengan info dari blog ini

16. Feri - Agustus 29, 2008

Wah, mas Ikman hebat dengan tulisan2nya yang membuat orang2 tertarik untuk berkunjung ke Bali.
Saya sendiri tinggal di Bali, dan baru 4 bulan di sini. Sebelum merantau ke Bali saya sering baca blog mas Ikman sebagai referensi untuk jalan-jalan pas weekend. Dan baca blog mas Ikman benar2 bermanfaat banget.
Dari situ saya jadi tertarik untuk membuat blog juga, dengan harapan bisa bermanfaat buat pembacanya.

Salam kenal mas Ikman. Terus semangat bikin blognya.
Jangan lupa ya mampir ke blog saya di http://feri.efander.com. Baru sedikit sih isinya😀


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: