jump to navigation

For Emergency… Call 911 Maret 23, 2007

Posted by Voip Murah in Pendapat.
trackback

For Emergency… Call 911” Mungkin kalimat ini yang selalu dikatakan oleh setiap guru SD di Amerika Serikat kepada anak didiknya. Dan semua orang tahu bila terjadi suatu kecelakaan maka nomor pertama yang akan dihubungi adalah …911..

Seperti yang kita ketahui dan lihat di film-film Holywood, Petugas polisi, Ambulance dan Pemadam kebakaran akan bersegera untuk menyelamatkan orang yang lagi tertimpa kecelakaan. Dan bila perlu sebuah helikopter akan mengantar si korban ke rumah sakit. bahkan bila seekor kucing yang tercebak di cerobong asap, maka satu tim petugas pemadam kebakaran akan berusaha menyelamatkannya.

Kemudian dengan sigapnya petugas rumah sakit di “ER” (Emergency Room) melakukan segala sesuatu untuk menyelamatkan nyawa si korban tanpa harus menanya apakah si korban mempunyai uang atau tidak.

Yang terjadi di Indonesia…..

Apa yang terjadi di sini, anda jangan berharap banyak… ini pengalaman pribadi saya, waktu itu malam minggu kira-kira jam 1, saya memacu sepeda motor di jalanan ibu kota, tiba-tiba saya terhempas ke jalanan dan saya terjatuh terpeleset di aspal keras. Tanpa pertolongan dengan susah saya bangkit mengamati tubuh saya dan menggerakkan semua tubuh saya, untunglah tidak ada yang serius. Rupanya saya bukan satu orang korban di tepi jalan saya lihat ada beberapa pengendara motor juga bernasib sama dengan saya. Setelah diamati di tengah jalan, ada tumpahan oli, rupanya ini yang menyebabkan setiap motor yang melindasnya akan tergelincir.

Tiba-tiba datang 2 orang petugas polisi dengan motor gede putih, dengan tenangnya mereka berkata, “ Gak apa-apa mas?, uda yach kita tinggal dulu soalnya lagi ada anak-anak nge-track di sana”. Kemudian keduanya begitu saja berlalu di hadapan kita.

Lha… tidak seperti yang saya lihat di film-film, petugas ini tidak bersegera untuk memanggil ambulance, menghentikan kendaraan dibelakang agar jangan bernasib sama, dan melakukan tindakan preventif lainnya. Tapi apa yang terjadi, That’s it!. Lain bila saya menabrak kendaraan lain, maka ceritanya akan lain karena dibelakangnya ada urusan uang

Juga bila terjadi kebakaran di daerah perumahan, petugas pemadam kebakaran tidak sungguh-sungguh dengan cepat menujuh tempat dimana terjadi kebakaran. Pernah waktu itu ada mobil pemadam kebakaran salah masuk lorong sampai 3 kali, mungkin informasi alamat kebakaran yang mereka dapat kurang akurat. Dan sewaktu udah datang, air-nya nggak ada.

Di rumah sakit pasien juga mengalami perlakukan tindakan tidak simpatik, banyak korban yang merenggang nyawa di UGD RS karena tidak cepat ditangani oleh petugas.

Contoh nyata respon pemerintah dengan terpuruknya faktor keselamatan transportasi udara dan laut. Minggu ini Departemen Perhubungan hanya mengeluarkan 3 kategori dari semua maskapai udara Indonesia.
Pokoknya kategori ini adalah:

1. Maskapai yang amat banget (tidak ada yang terpilih di kategori ini, even Garuda
2. Maskapai yang cukup aman namun ada hal-hal yang perlu ditingkatkan
3. Maskapai yang Mudah-mudahan aman, berpotensi kecelakaan

Sepertinya sulit sekali untuk menghentikan operasi Adam Air sebagai contoh yang nyata-nyata melalaikan faktor keselamatan, tapi uffsss.. nanti dulu kita lihat dulu dong siapa di belakang Direksi Adam Air….. ooh.. ada Bapak Agung Laksono Ketua DPR. Kalau Departemen Perhubungan “ngacak-ngacak” kepentingan beliau.. wa bisa gawat… bisa-bisa di somasi lho!

Buruknya koordinasi pemerintah bila terjadi bencana seperti Tsunami Aceh, Gempa Jogya,Semburan lumpur panas Sidoarjo

Citizen is State’s asset..

Kenapa ada perbedaan yang terjadi di negara kita dan di negara maju. Apakah karena mereka lebih kaya dibandingkan kita sehingga mempunyai sistem dan fasilitas yang lengkap. Mungkin iya, tetapi di atas semua itu ada suatu prisip dari negara maju, yaitu : Citizen is state’s asset, Rakyat adalah asset negara. Posisi rakyat adalah penting untuk kelangsungan suatu negara. Sebagian besar pendapatan negara adalah dari pajak yang dibayar rakyatnya. Bila satu orang rakyat meninggal dunia, negara akan kehilangan satu orang pembayar pajak, 1000 orang yang meninggal maka negara akan kehilangan 1000 orang pembayar pajak. Selain itu, negara telah menanamkan investasi yang besar dari pembayar pajak ini. Dari SD sampai dengan Perguruan tinggi, negara telah membiayai pendidikan seorang rakyatn dan bila seorang rakyat meninggal maka semua investasi akan sia-sia. Sehingga negara akan berdaya upaya menyelamatkan 1 nyawa rakyat dengan memberikan pertolongan emergency yang cepat, pelayanan rumah sakit yang baik, dan jaminan sosial yang jelas.

Lain halnya di Indonesia, di sini rakyat adalah beban negara. Sebagian besar dari rakyat tidak membayar pajak, pengangguran, harus di subsidi BBM lha, di subsidi SLT (Subsidi Langsung Tunai) lha, dan subsidi ini subsidi itulah. Sehingga anggaran negara menjadi defisit hanya untuk membiayai hidup rakyatnya.

Jadi dalam hal ini “Semakin banyak rakyat yang meninggal, semakin baik”. Satu orang meninggal, maka negara akan terlepas dari 1 beban.

Maka jelas lah sudah alasan mengapa negara tidak begitu peduli dengan apa yang terjadi dengan rakyatnya. Kecelakaan udara, laut, lalu lintas, anak-anak yang jatuh dari KRL, kelaparan, anak-anak jalanan,, banjir, polusi, dan gempa bumi lain-lain. Yang lucu.. peraturan pemakaian Safety belt menjadi suatu lahan baru untuk petugas lapangan, ketimbang dari tujuan utamanya untuk tindakan meminimalisasi dampak kecelakaan lalu lintas.

Sebuah lagi dari Iwan Fals sebagai inspirasi kita

Ambulance Zig Zag – Iwan Fals

Deru ambulance
Memasuki pelataran rumah sakit
Yang putih berkilau

Di dalam ambulance tersebut
Tergolek sosok tubuh gemuk
Bergelimang perhiasan

Nyonya kaya pingsan
Mendengar kabar
Putranya kecelakaan

Dan para medis
Berdatangan kerja cepat
Lalu langsung membawa korban menuju ruang periksa

Tanpa basa basi
Ini mungkin sudah terbiasa

Tak lama berselang
Supir helicak datang
Masuk membawa korban yang berkain sarung

Seluruh badannya melepuh
Akibat pangkalan bensin ecerannya
Meledak

Suster cantik datang
Mau menanyakan
Dia menanyakan data si korban

Di jawab dengan
Jerit kesakitan
Suster menyarankan bayar ongkos pengobatan

Ai sungguh sayang korban tak bawa uang

Suster cantik ngotot
Lalu melotot
Dan berkata “Silahkan bapak tunggu di muka!”

Hai modar aku
Hai modar aku
Jerit si pasien merasa kesakitan

Hai modar aku
Hai modar aku
Jerit si pasien merasa diremehkan

powered by performancing firefox

Komentar»

1. Cisil - Maret 30, 2007

Yaaaah.. gitu dech😛

2. wee - April 16, 2007

hahaha…bener bangetttt

3. arif - Desember 4, 2007

jadi miris saya liat bangsa sendiri………

4. Trides Reuptian - Desember 8, 2007

hai ap kbr nmq kvi u cp?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: