jump to navigation

Tragedi Adam Air dapat menimpa siapa saja Januari 4, 2007

Posted by Voip Murah in Peristiwa.
trackback

Tiba-tiba ada guncangan keras dan terasa pesawat turun dengan cepat.. turun..turun… dan turun….”wah saya pikir kalau terus turun begini bisa nambrak gunung ni..” Tubuh terasa ringan, dan darah terasa berhenti persis seperti naik kora-kora di Ancol. Saya hanya memejamkan mata sambil berdoa semua doa yang saya hafal.

Sejak Hari Senin Sore pemberitaan Media negeri ini dipenuhi dengan berita hilangnya Pesawat Adam Air jurusan Surabaya-Menado KI 574. Sampai dengan tulisan saya ini pesawat ini belum juga diketemukan. Walau pada Hari Selasa 2 Januari 2007 ada berita yang menyatakan bahwa pesawat naas ini telah di temukan di daerah Parowali Sulawesi Barat. Namun berita tersebut ternyata bohong sehingga menambah kesedihan dan kepanikan di keluarga korban. Saya berpikir musibah ini mungkin sekali menimpah saya dan setiap orang di Republik ini. Selain memang kondisi cuaca yang tidak bersahabat akhir-akhir ini juga lemahnya faktor safety dari maskapai penerbangan.

Umur Pesawat

Hampir semua dari pesawat dari maskapain penerbangan lokal indonesia adalah pesawat bekas yang di sewa dari pihak asing. Pesawat-pesawat ini telah disewakan berkali-kali dan penyewa terakhir adalah maskapai lokal kita. Mungkin ini adalah dampak negatif dari prinsip ekonomi dimana “Dengan modal sedikit-dikitnya mendapat keuntungan sebesar-besarnya” Namun bila ini menyangkut nyawa manusia apakah prinsip ini dapat terus di tegakkan??

Saya pernah menulis tentang daftar umur pesawat maskapai lokal Indonesia serta “rasa ketakutan” saya bila saya terbang dengan pesawat lokal di .. Ngerinya Naik Pesawat.

Pengalaman Menakutkan

Beberapa bulan yang lalu saya terbang dengan Maskapai Sriwijaya Air dari Bandara Radin Intan II Bandar Lampung ke CGK Jakarta. Untuk jurusan ini memang tidak ada banyak pilihan pesawat hanya Sriwijaya Air dan Adam Air yang melayani trayek ini. Setelah pekerjaan saya selesai hari itu di Bandar Lampung saya bergegas pulang ke Jakarta hari itu juga. Pilihan ternyata jatuh ke Pesawat Sriwijaya Air SJ087. Ternyata pesawatnya lumayan tua, yaitu Boeing 737-300 versi lebih tua dari B-737, kedua mesin lebih kecil dibandingkan dengan mesin Roll Roice M-737-400. sewaktu landing, kedua mesin ini akan terbuka sebagai salah satu instrument air-brake (rem udara) untuk memperlambat pesawat.

Pesawat Berguncang Keras

Memang waktu itu langit hitam pekat karena hujan bagai tercurah dari langit. Dengan hati was-was akhirnya kita tetap take off meninggalkan landasan Bandara Radin Intan II yang bergelombang/tidak rata. Setelah terbang selama 10 menit di ketinggian yang cukup, badan pesawat terasa berguncak hebat, tubuh terasa terlempar kesana kemari jika tidak terikat di sabuk pengaman. Bebarapa penutup bagasi di atas kepala terbuka dan beberapa tas yang diletakan didalamnya berjatuhan. Saya lihat keluar jendela, awan kelabu menyelimuti pesawat, semua penumpang terdiam. Tiba-tiba ada guncangan keras dan terasa pesawat turun dengan cepat.. turun..turun… dan turun….”wah saya pikir kalau terus turun begini bisa nambrak gunung ni..” Tubuh terasa ringan, dan darah terasa berhenti persis seperti naik kora-kora di Ancol. Saya hanya memejamkan mata sambil berdoa semua doa yang saya hafal. Setelah hampir 2 menit “jatuh” seperti itu pesawat terasa terbang dengan normal kembali.. semua penumpang menarik nafas lega.. Terdengar suara pilot di mikrofon ” Ladies and Gentlement Bad weather is clear…! Waktu saya lihat keluar jendela awan kelabu telah sirna.. “Alhamdullilah mungkin bukan hari ini ajal saya…!”

Mengingat kejadian seperti cerita saya di atas bisa saja terjadi. Mungkin peristiwa Adam Air seperti itu, tiba-tiba entah kenapa pesawat kehilangan daya angkat dan turun.. turun dan turun dari ketinggian 32.000 kaki seperti yang dikehendaki turun menjadi 8.000 kaki, dan fatalnya di ketinggian tersebut sudah ada gunung yang menunggu…!

Sebagai orang awam saya tidak tahu apakah faktor cuaca, faktor mesin pesawat atau faktor human error. Namun perasaan itu tidak saya rasakan ketika saya terbang dengan maskapai asing seperti Singapore Airlines, Lufthansa atau Chatay Pasific yang notabene menerbangkan pesawata yang brand new fresh from the factory ketimbang maskapai lokal dengan pesawat berusia lebih dari 15 tahun….

Komentar»

1. iman Brotoseno - Januari 5, 2007

ada pepatah, mau naik pesawat nggak bisa ngerem, naik LION, mau naik pesawat bensinnya campur air,naik BATAVIA, mau naik pesawat yang bebas overweight, naik MANDALA,mau naik pesawat yang nggak pakai radar, naik ADAM…

2. Ikman - Januari 5, 2007

Kalau saya pribadi memilih Garuda, walau tiketnya kadang 2 x lipat dari maskapai swasta namun paling tidak lebih aman. Kalau bedanya cuma 500-800 ribu saya pilih kelebihannya kalau pilihannya Modar alias mati. Walau maskapai ini seperti pepatah Hidup segan mati tak mau, tapi pemerintah sebagai pemegang saham akan mati-matian mempertahankan maskapai ini. Memang agak lain bila naek garuda ketimbang maskapai swasta lainnya. Lebih proffesional dan ya itu lebih aman walaupun tidak aman 100 %😦

3. simon - Januari 8, 2007

masalah adam air…cuma 1 jawabannya..
namanya juga usaha jasa transportasi..gak sedikit uang yg diinvest
itu berarti menghalalkan segala cara..lebih lamjutnya…
korbanin sebuah pesawat utk hasil yg lebih…
kenapa di awal tahun..? krn itu saat yg tepat…
maklum orang indonesia udah tradisi yg namanya ‘nyugih’ ….terlebih di didang ini udah banyak pesaing….gak bisa naikin mutu yg ngorbanin orang…yang penting usaha lancar n untung banyak

4. lyndha - Januari 8, 2007

lagi nyari berita terbaru soal hilangya adam air, eh tau2 ketemu website ini. oke just want sharing ama ikman , berhubung saya bekerja di travel jadi mungkin pengen ngelluarin info sebatas yang saya tau karena setiap hari saya melayani penumpang yang ingin membeli tiket pesawat. klo soal mutu jelas sekali kita kalah jauh dan ga usah dibandingi dengan LH-luftansa , sq-singapur airlines atau yang lainnya . kita coba positife thinking aja, toch lion air kita sudah unya lion air B-737-900ER yang bener2 fresh dan pertama didunia yang make produk ini. mungkin ini awal majunya dan juga buat contoh teman2 lainnya. terutama adam air yang paling jelek service nya. SUMPAH!!!!!!! jelek banget servicenya. ada banyak komplain.

dan mo sharing juga klo mau naik pesawat emang harus banyak2 doa apalagi klo mau palnning pergi naik batavia dan sriwijaya, hati2 aja tuch….krn mereka blom ketimpa bencana yang mengguncang indonesia, palingan masalah di tempat . itupun seperti mas ikman bilang karena cuaca buruk. mana ada sich pilot yang mo nyelakainpenumpannya.

dan sedikit banyak abaout adam air.

seingat saya pernah saya diberitahu oleh ayah saya bahwa pesawat garuda juga pernah hilang sekitar kuranglebih 60 thn yang lalu bahkan 2 pesawat yang mencarinya ikut hilang. mungkin entah bisa dipercaya secara logika atau ngak……… . tapi memang harus bisa di telaah dengan yang lebih tau. bahwa indonesia mempunya bidang segitiga bermuda hanya saja segita bermuda ini ada secara periodik tanpa bisa diperhitungan dan iapun bisa datang hanya beberapa detik sekalipun. mungkin2 inilah yang terjadi oleh adam air. karena cuaca bagus , dia terbang sdiang 12.55 dimana jarang ada awan hitam. dan memang dr duli pulau sulawesi dan sekitarnya sudah pecaya dan sedikit tahu tentang segitiga bermuda indonesia yang berbeda dengan amerika yang setiap detik dia punya. makanya kata teman saya klo mau ke sulawesi jangan siang dan malam , harus pagi. Ya…itu sich secara kebetulan lagi apesnya ADAM air saja. mungkin banyak yang kesal dan jengkel akibat SErvicenya yang kurang bagus jadi banyak yang nyumpahin yang gak2 =D “kidding ya bp.adam suherman dan MRS sandra aeng”

oh…iya just FYI , klo mas ikman mau kelampung lagi merpati udach ada tuch rue kesana jadi akan ada banyak pilihannya kan…. =D

cheers//lynda

5. Ikman - Januari 8, 2007

Ok d mbak lynda terima kasih atas saran dan tipsnya🙂

6. PENERBANGAN GRATIS AL-JENAZAH AIRLINES LAYANAN PENUH 24 JAM - Januari 8, 2007

Ditengah banyaknya tragedi Transportasi, ini ada tawaran yang menarik yaitu: Penerbangan Gratis Dengan Layanan OK.

7. dedy - Januari 12, 2007

ikut nimbrung,
sepertinya memeang pesawat yg dipakai kebanyakan maskapai dg harga murah meriah itu sangat tidak aman, sering terjadi kecelakan. data dari metro tv tahun ini kecelakan pesawat naik 65%,

kalau jujur kita tanya…. samapi kapan masa pakai pesawat yang menurut mereka layak terbang itu?????

apa harus sampai jatuh????

8. Ikman - Januari 12, 2007

#.7 Dedy
Kalau secara umur mungkin bisa saja pesawat yang usia uzur masih bisa terbang. Namun bila usia uzur + perawatan yang minim ini yang bisa jadi masalah😦

9. chandra halim - Januari 17, 2007

menurut saya apa yang terjadi pada ADAM AIR adalah murni adalah faktor alam,

10. ABe - Januari 19, 2007

Mas Ikman, kalo sampeyan bilang begini:

“Namun perasaan itu tidak saya rasakan ketika saya terbang dengan maskapai asing seperti Singapore Airlines, Lufthansa atau Chatay Pasific yang notabene menerbangkan pesawata yang brand new fresh from the factory ketimbang maskapai lokal dengan pesawat berusia lebih dari 15 tahun….”

saya kira wajar, wong mereka ke singapore aja pake kalo nggak B747 ya A330/340. Pesawat guedhe tuh..kalo dianalogikan naik motor lewat polisi tidur kerasa banget, kalo naik bis kan ga begitu terasa..

Saya pernah juga naik Garuda, dan kebetulan waktu itu pake A340, anteng2 aja tuh. Nah, pulangnya pake B737-800 (brand new kan?)..ya sedikit bergetarlah. Tapi bener kata mas Ikman, kalo namanya ajal hanya 4JJI yang tau, tapi faktor maskapai juga pengaruh ke hati..hehehe

11. ikman - Januari 20, 2007

#.10 Abe
Tapi naek Mio lebih nyaman kok (bebas getar) dibandingkan Tiger….
Mak sod lo? he he 🙂

12. boby - Maret 23, 2007

waktu itu abis lebaran kekampung saya naik adam air jurusan jogja saya lupa tglnya.waktu mau landing dari jkt ke jogja saya merasakan hentakan hebat sewaktu roda pesawat menyentuh landasan semua sepertinya pesawat g bisa di rem saya sempat pegangan ke kursi di depan saya begitu pun penumpang lainnya. saya berfikir gila ini pesawat kaya mau nyungsep..alhamdulilah selamat tapi kapok naek adam lagi.,begitupun dng sriwijaya,lion

13. Ikman - Maret 23, 2007

#12. Boby
Berdoa saja mas, naek garuda juga bisa kebakar

14. akbar - September 5, 2007

hey, aku juga pernah mengalami itu. waktu pas take-off, pesawat tiba2 kembali ke terminal

15. akbar - September 5, 2007

Bandara lampung memang harus diperpanjang Runway-nya, karena setiap pesawat yg mau landing terasa terlalu ngeden begitu juga klo mo take-off, terasanya juga ngeden!

16. putra mandala - September 6, 2007

alah sebagai pilot senior,asal perawatanya baik aman bozz.makanya berdoa hehehe

17. Ikman - September 7, 2007

14, 15 & 16 Akbar & Putra Mandala
Memang bandara Radin Intan Lampung tidak layak, landasan pacu bergelombang, & bila hujan ketinggian genangan air cukup tinggi😦

18. hary - September 18, 2007

boikot ADAM, Adam gak layak terbang
Fuck You ADAM AIR.

19. dhian BooP(sby) - Oktober 1, 2007

mmmpmhm…
mw ikudtan curhat niy…
wkt itu (thn2006) perjalanan jkt-sby naek adamAir (adam air trz….kasian bgd yah?!?!) makan wkt tempuh 1jam,50 menit yang lama bgd!! kan hampir 2jam.. uda gt pake atraksi landing 2 kali lgy, soalnya uda kerasa bgd pesawat mw turun di bndara juanda eEEEee g taunya naik lgy….
hhhuuuuFhhh, pokoknya yang berasa malaikat pencabut nyawa uda di depan mata deh…..
berani sumpah!! g ngarang2 tentang kejadian itu….

tp mzki trauma, g bwt kapok jg naek adam….
abiz pengennya naek garuda tp gmn org ga kompak sm dompet siy…hehehehehe…..

thanx yah….

20. utari - Februari 11, 2008

semua persoalan yang ada dibumi tercinta ini adalah bersumber dari kkn yang belum dapat atau tidak mau diberantas.
kok dinas terkait mengecek pesawat bukan pakai kaca pembesar, tetapi pakai amplop! yach kalau nggak gitu ada aja yang dipersoalkan, sehingga pesawatnya grounded selamanya.
kembali lagi soal UANG!

21. gede seputra yasa - Maret 24, 2009

kalu menurut saya sih, ngga apa2 ticket pesawat itu mahal jika untuk menunjang keamanan dan pelayanan dari maskapai tersebut. Sudah menjadi konsekwensi yang wajar jika ingin mendapatkan keamanan dan pelayanan yang terjamin, ya sudah sepantasnya kita harus bayar mahal.Selain itu kita harus bisa merubah watak bangsa kita, jangan maunya bayar murah aja tapi mau aman. ya tidak mungkin lah, coba pake logika, kalu tiketnya murah, dari mana uang yang dipakai maskapai untuk membeli fasilitas keamanan.bener ngga!! saya punya pengalaman, pada waktu itu saya dari jakarta mau pulang ke Bali dengan temen2, temen2 mau naik pesawat yang tiketnya murah, dalam benak saya saya mau naik garuda tp karena kalah suara ya saya ngikut aja, waktu itu selisih harga tiketnya 700 ribu.Pada saat ketinggian 32.000 kaki saya berbicara dengan temen, he bro kalian takut membayar lebih 700 ribu, coba kalian bayangkan jika pesawat ini jatuh,berapa biaya yang harus dikeluarkan keluaga kita untuk menunggu jenasah kita di bandara, dan mungkin anak dan istri kita akan terlantar dalam jangka waktu yang lama.

22. ketut s - Maret 24, 2009

Menurut saya sah2 saja kalau mau menerapkan prinsip ekonomi tp jangan dong nyawa manusia di pake eksperimen. sekarang banyak maskapai yang mau untung banyak tp gak mau rugi, pakenya pesawat bekas dikiranya mobil angkot.. emang kalau pesawat ada kerusakan waktu di udara bsa cari bengkel di udara ? gatokaca kali yg buka usaha sambilan ” Bengkel pesawat GATOTKACA” makanya maskapai mikirnya enteng. ya sekarang terserah kita sbgai konsumen ” mau aman tp mahal ? atau murah ya resikonya tanggung sendiri, tinggal di pilih !

23. freakyflowers - November 20, 2010

sebelum naik pesawat sering denger cerita pesawat ini jelek pesawat itu jelek, pelayananya kurang ramah, ah setelah saya buktikan gak semuanya itu benar sih, saya sering naik pesawat

24. rahmat garang - Januari 29, 2013

wah g bsa coment al nya g pernah naik pesawt sich..malah ke impi2 naik pesawat hehehe..

25. naufal - Januari 11, 2014

ga juga pernah naik pesawat sereeeeeeem banget gua kapok dech naik air asia

26. naufal - Januari 11, 2014

gua naik pesawat pesawat perasaan banyak getaran

27. naufal - Januari 11, 2014

gua naik pesawat klo di hitung bisa nyampe 20 kali dech kayanyaa

28. Ahmad Syawal Kurniawan - Februari 25, 2015

kamis 12 Februari 2015 menjadi pengalaman terburuk saya saat naik pesawat. padahal pesawat yang saya naiki pesawat nomor 1 terbaik di negeri ini.
membawa trauma selama 12 jam buat saya.
saya mencari-cari pembanding cerita-cerita pengalaman yang menyeramkan agar bisa membuat saya bangkit lagi dan lebih beryukur akan kondisi yang pernah saya alami


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: