jump to navigation

Sulitnya menimbah semangat baru habis Lebaran November 1, 2006

Posted by Voip Murah in Pendapat.
trackback

Waduh malas banget yah! kerja lagi harus bangun pagi lagi, harus tercebak macet lagi, harus ngadapin omelan bos lagi, kayaknya nggak ada semangat….. lesu…

Mungkin itulah keluh kesah kebanyakan pegawai setelah “terhanyut” dengan indahnya liburan lebaran. 1 minggu mungkin terlalu lama sehingga kebanyakan orang terbuai dengan nikmatnya liburan, bisa bangun agak siang, suasana santai tanpa kemacetan, tidak ada “rush time” harus nongol di kantor jam 8.30 pagi, dsb.

Males bgt de..Secara pribadi saya sangat tidak bersemangat menyambut hari-hari baru di kantor setelah lebaran ini. Karena lebih dari 1 minggu terakhir saya bangun agak telat kira-kira jam 10 setiap paginya dan amatlah sulit untuk mengubah kebiasaan itu. Untunglah kantor dimana saya bekerja memberi kelonggaran dapat masuk di atas jam 9 tetapi dengan konsekwensi kita harus membayar kekurangan jam kerja sampai genap 8 jam kerja per hari.
Ketika melihat meja kerja yang penuh dengan “pending jobs” ingin rasanya lari dari semua ini. Kemudian ketika hp berdering dan melihat nama client saya tertera di layar hp ingin rasanya menekan tombol “reject”, tapi apa yang mau dikata saya harus mendengar komplain dari mereka entah sudah berapa ribu kali.

Tanya kenapa?

Saya tahu kenapa kejemuan melanda disaat setelah lebaran, bukan harusnya sehabis liburan kita mendapat semangat baru untuk menyosong hari-hari berikutnya. Semua ini dikarenakan banyak masalah yang ‘exist’ di perkerjaan saya. Masalah ini kian memburuk dan tidak dapat ditanggulangi. Karena masalah inilah membuat saya “males” untuk melanjutkan hari-hari di kantor.

Solusi

Saya sadar solusi apa yang harus diambil. Sebenarnya masalahnya bukan karena sudah liburan lebaran tapi jauh lebih dari itu. Saya yakin bila seseorang memang suka dengan pekerjaanya maka justru setelah liburan dia akan “merindukan” suasana kerja.
Memang saya sudah mengalami kebosanan di tempat kerja saya sekarang ini. Mungkin saatnya saya harus “minggat” ke tempat yang lebih baik.
Tetapi keputusan minggat ini tidak begitu mudah dilakukan mengingat banyak sekali hal yang harus dipertaruhkan seperti apakah pendapatan saya akan bertambah ditempat yang baru, apakah suasana kerjanya lebih baik atau lebih buruk?… ???

Komentar»

1. adreean - Februari 12, 2007

Bgini bos mungkin bs bantu dikit, sesuikan kerja dengan hobby, kyknya bisa membantu deh, kyk dhani dewa hobby musik doski bermusik n dpt dwit, kalo bosen tiap orang mah relatif n pasti da bosennya tinggal qt yg mensiasati bosen itu sendiri

wassalam


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: