jump to navigation

Keangkuhan di atas Kemiskinan Oktober 16, 2006

Posted by Voip Murah in Pendapat.
trackback

Banyak sekali pemandangan yang ironis di negara ini dimana si kaya memanfaatkan kemiskinan segelintir orang untuk mendapatkan keuntungan berlipat ganda.
Beberapa contoh misalnya

Acara Reality Show semisal Rezeki Nomplok, Hush money, Bedah Rumah dan lain-lain yang memberikan selembar dua lembar Rupiah kepada orang miskin yang seakan-akan sebagai dewa penolong yang mengangkat derajat si miskin. Tapi coba bayangkan si miskin cuma dikasih uang paling 5 atau 10 juta, TETAPI……
berapa MILYARRRR Rupiah si Rumah Produksi ini mendapat bayaran dari Televisi? bisa mencapai 2-3 Milyar untuk 1 episode? Betapa kejamnya si Rumah Produksi yang memanfaatkan kemiskinan orang lain demi mencapai keuntungan pribadi.
Akan lebih bermanfaat bila setengah dari keuntungan dari acara itu disumbangkan ke fakir miskin, dan kalau memang mau beramal semua staff rumah produksi tidak boleh dikasih honor!! khan menolong orang lain dengan ikhlas dengan tidak mengharapkan imbalan..

Satu lagi bila terjadi kecelakaan atau bencana Pihak televisi mati-matian mewawanca keluarga korban, tahukah anda berapa milyar televisi mendapat keuntungan dengan menjual berita bencana ini tanpa memberikan sepeser uang pun kepada keluarga korban.

Kemarin saya mendengar berita di televisi, sekelompok biker Harley Davidson yang diorganisir oleh Agen Resmi Sepeda Motor di Indonesia yang berkedudukan di Jalan RS Fatmawati mengadakan tour keliling Kota Jakarta dan sambil membagi-bagikan paket sembako kepada orang-orang miskin. Menurut saya kalau memang mau membantu jual saja motor gede Harley Davidson itu dan uangnya digunakan untuk membantu yang membutuhkan, akan berapa ratus orang miskin yang bisa makan dan meneruskan pendidikan anak-anak mereka?
Kalau mau menolong jangan tanggung-tanggung mas!

Komentar»

1. Hendrixus Rumapea - Oktober 16, 2006

iri ya mas kaga punya harli..
hehehehe

2. Ikman - Oktober 18, 2006

Ikman:
Kalau gue kaya chus pasti bakalan suka nyumbang, yg jadi masalah gue belum kaya

3. iman brotoseno - Oktober 30, 2006

salam kenal, gw link ya..blognya inspiratif

4. Ikman - Oktober 31, 2006

Ok de mas iman salam kenal juga

5. Arie - November 3, 2006

Maaf mau komentar sedikit. Para pemilik HD itu pasti kaya dan mereka sudah menyumbang, lalu apa yg salah dengan itu ? Jika acara itu dipublikasikan di TV, jelas karena itu adalah program promosi dari Agen Resmi HD tersebut.

Yang jadi pertanyaan saya adalah, kenapa menurut Mas mereka harus jual motornya untuk membantu orang miskin ? Kenapa pula menurut Mas harus kaya dulu untuk “suka nyumbang” shg sekarang merasa belum perlu “suka nyumbang” karena merasa belum kaya ? Kenapa Mas merasa belum kaya padahal di profil ditulis kalau Mas sdh pernah jalan jalan ke Singapore & Phuket dng biaya sendiri ? Selain itu Mas melek Internet loh, berarti menurut saya Mas sdh relatif kaya, karena tarif internet kita termasuk yg paling mahal di dunia, iya kan ? Tapi kayaknya Mas belum cukup kaya untuk bisa beli HD walaupun kepingin, Iya ya ? Hayo, ketahuan motivasi kritiknya…..

Menurut saya Mas, biarlah orang lain menyumbang kepada saudara kita yg miskin walaupun itu dalam bentuk promosi, reality show, dlsb, yg penting si miskin mendapat sesuatu yg bermanfaat untuk mengurangi beban hidupnya, apapun motivasi si pemberi. Masalah keikhlasan, biarlah ALLAH yg Maha Kaya dan Maha Tahu yg menilai hambanya.

Seharusnya kita semua senang kalau akhir akhir ini banyak kegiatan yg dapat membantu saudara kita yg miskin, kenapa acara itu harus dikritik ? kok enggak sinetron yg acaranya aneh aneh yg Mas kritik ?

6. ikman - November 6, 2006

Mas Arie terima kasih atas komentarnya. Ethisnya tidak perlu umbar kekayaann dimana disekeliling kita masih banyak yang membutuhkan sesuap nasi.
Mungkin saya bisa kasih reference diskusi para blogger tentang biker HD di blog mas priyadi : http://priyadi.net/archives/2006/02/14/kontroversi-harley-davidson-di-internet/
terima kasih

7. din_dunk - November 8, 2006

cukup baik untuk di jadikan bahan pertimbangan boeat orang2 yang pikirannya maju,tapi ga usah bawa2 saudara2 qt yang miskin,sudah cukup mereka terbebani dengan kerasnya hidup,jangan tambah lagi dengan “udang di balik batu”nya orang2 gede.

8. Ibnoekapok - Desember 9, 2006

Kalau emang mereka harus menjual benda kesayangannya (motor harley) untuk menolong orang miskin, berarti mas ikman juga jangan tanggung2 berdermawan. Besok kalo mas ikman liat pengemis di jalan, sebaiknya mas jual aja sekalian rumah mas untuk membantu mereka. Akan berapa ratus orang miskin yang bisa makan dan meneruskan pendidikan anak-anak mereka dari hasil penjualan rumah mas ikman? Kalau mau komentar jangan tanggung-tanggung mas!
Saya tidak punya harley, tapi saya tidak merasa dengki terhadap mereka.

9. ikman - Desember 9, 2006

Kalau rumah atau benda lain itu kebutuhan primer saya, kalau besok rumah & harta benda saya jual serta merta status saya akan jadi orang miskin. Tetapi kalau satu unit HD dijual si empuhnya belum tentu jatuh miskin kan?

10. ramadhani - Maret 5, 2008

si ibnoe terlalu sayang sama bos barunya negh. hehehehehe. tapi setuju noe kalau bos lu suruh sumbangin separuh pendapatannya untuk orang miskin. bukan keuntungan kantor elo, entar elo gak di gaji. tapi keuntungan bos elo. hehehehehe. dan kalau bisa…ini kalau bisa…nyumbangnya jangan di umbar sana sini. hehehehehe


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: