Pemeriksaan lisensi software di bandara Soekarno Hatta (HOAX)? Juni 16, 2008
Posted by Ikman in Pendapat.Tags: Bandara Soekarno Hatta, lisensi software, Windows Piracy
trackback
Berikut email yang diforwardkan ke saya beberapa waktu yang lalu mengenai adanya pemeriksaan (razia) dari pihak keamanan bandara kepada penumpang yang membawa laptop :
Hari Kamis tgl 29 Mei 2008 di bandara Soekarno Hatta telah dilakukan pemeriksaan terhadap para calon penumpang yang membawa komputer. Kepada mereka yang komputernya terinstallasi software-software tidak berlisensi, dilakukan sidang di tempat dan dikenakan denda sebesar Rp 9.500.000,- per komputer. Selanjutnya komputer ditahan dan harus ditebus di polres yang telah ditentukan.
Menurut info yang didapat, pemeriksaan komputer ini telah dilakukan selama seminggu oleh aparat kepolisian beserta tim HAKI di bandara, cafe-cafe dan tempat umum lainnya.
Kejadian ini disaksikan langsung oleh pak Rahmat Saptadirdja (Xsis) dan pak Bima Kurniawan (Anabatic) yang akan melakukan perjalanan melalui bandara Soekarno Hatta.
Kepada rekan-rekan yang menggunakan komputer notebook, harap berhati-hati dalam menggunakan komputernya di tempat umum dan segera melegalisir software-software yang digunakan atau menghapus software yang tidak legal.
Komentar :
Saya pada Tanggal 10 Juni 2008 yang lalu melakukan perjalanan udara menggunakan jasa bandara Soekarno-Hatta Terminal II Domestic Departure penerbangan pagi jam 6.30. Walau hati saya agak was-was akan berita di atas dimana malam sebelumnya saya menghapus/meng-unintall beberapa program tidak berlisensi di laptop saya. Hanya untuk jaga-jaga bila nanti razia benar-benar diberlakukan.
Namun alhamdulillah tidak ada razia atau pemeriksaan yang berarti dari pihak bandara hanya pemeriksaan biasa, x-ray dan metal detector. Namun saya yakin tidak akan ada pemeriksaan karena waktu itu rush hour semua calon penumpang bergegas memasuki terminal, men’stripe’ koper dan segera ke counter check-in, bila memang ada pemeriksaan akan terjadi protes besar-besaran dari calon penumpang dan berdampak dengan keterlambatan penerbangan mereka.
Setuju tidak setuju
Sebagai warganegara yang baik tentunya harus setuju bahwa penggunaan software harus menggunakan yang berlisensi resmi. Namun kalau memang razia ini betul-betul dilaksanakan, nyata-nyata sekali pemerintah RI seperti “kambing congek” dari kepentingan negara-negara lain, dalam hal ini Amerika Serikat sebagai negara produsen Microsoft Windows (Bill Gates) yang tentunya sangat dirugikan dengan merebaknya windows tidak berlisensi resmi.
OK mungkin apabila kita membeli notebook, tentunya juga termasuk dengan Windows berlisensi resmi, bagaimana dengan program-program yang lain seperti Acrobat Reader, Office, photosoft dan program pendukung lainnya. Saya yakin hampir 90 % pengguna notebook meng-install program tanpa lisensi.
Bagaimana petugas bandara membuktikan bahwa program/windows itu tidak berlisensi resmi dengan waktu yang singkat?
Saran :
- Sebaiknya mengunakan software/program berlisensi untuk menghindari razia dan tuntutan pidana di kemudian hari.
- Hapus/Un install software/program yang tidak berlisensi atau setidaknya delete short cutnya dari desktop sehingga tidak terlalu mencolok sewaktu PC/notebook start up.








hmm.. Juga baru denger dari temen gw di Jakarta nih bos. Gimana nih.. Repot juga bawa laptop ke sana. mending install Linux aje kalo gini (dual booting ma windows tapi windowsny disembunyiin) hehehehe.
nanya bos.. kalo kita bawa buku2 kuliah yg hasil fotokopian gimana? dirazia juga ga ya? ada yg punya pengalaman or pernah denger2 tentang itu ga?
salam…
Tenang ja bos,w avsec(aviation security) selama ini ga ada pemeriksaan lisensi dr kami dlm pemeriksaan penumpang dan barang,masalah fotocopy jg gpp itukan ga ngerugiin negara ma ga membahayakan penerbangan.
wow… mang ada razia kayak gitu ya mas di bandara… sbenarnya sih masalah legalitas tuh penting loh, gak gampak kok buat software… ambil contoh Win* yang di bajak, cuma masalahnya sih di sisi pemakai, pemakai rata2 gak tau tuh software asli/berlisensi apa hasil crack ???
Ane sendiri, pas beli laptop pernah nanya… nih Windows asli ??? yang jual jawab asli
pas ane ke warnet mem-validasikan Win*nya…. si Mikocok bilang… GAK VALID!!! Nahloh….. yang salah siapa??? pemakai atau penjual, trus razia ya razia, tapi kok para pemakai yang dirazia….
Alhasil minta tulung ma temen install kan linux… si temen wanti-wanti susah loh pake linux…
Gak papa deh susah, kan hitung2 belajar, belajar adalah ibadah… ketimbang susah diuber2 pas razia, hatipun trus was-was dibilang pembajakan software
gak gampangloh buat software…